EKSPRES GORONTALO

Cepat, Tepat, Ekspres Tanpa Stres!

Adat Bersendi Syara: Filosofi Hidup Masyarakat Gorontalo yang Kuat

Masyarakat Gorontalo memiliki prinsip hidup yang sangat mendalam dan diwariskan secara turun-temurun, yaitu filosofi Adat Bersendi Syara, Syara Bersendi Kitabullah. Kalimat ini bukan sekadar semboyan kosong, melainkan pedoman hidup yang menegaskan bahwa seluruh adat istiadat di Gorontalo harus bersumber pada hukum agama Islam, yang mana agama tersebut bersumber sepenuhnya pada Al-Qur’an. Filosofi ini telah membentuk karakter masyarakat di tanah “Serambi Madinah” ini menjadi pribadi yang religius, berintegritas, dan menjunjung tinggi moralitas.

Penerapan prinsip Adat Bersendi Syara masuk ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sistem pemerintahan hingga ritual keluarga terkecil. Dalam setiap prosesi adat, keterlibatan tokoh agama sangatlah krusial untuk memastikan tidak ada nilai-nilai tradisional yang berbenturan dengan akidah. Keharmonisan ini menciptakan tatanan sosial yang sangat stabil dan damai. Gorontalo berhasil membuktikan bahwa budaya dan agama bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan, justru keduanya saling memperkuat dalam membentuk identitas bangsa yang luhur.

Di tahun 2026, di tengah derasnya arus globalisasi, filosofi Adat Bersendi Syara menjadi tameng utama bagi generasi muda Gorontalo. Di saat tren budaya luar masuk dengan sangat mudah melalui media digital, masyarakat tetap memiliki pegangan yang kokoh pada ajaran agama yang dibungkus dengan kearifan lokal. Nilai-nilai seperti kejujuran, rasa malu melakukan kemaksiatan, dan semangat gotong royong terus dipelihara sebagai bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta. Hal ini menjadikan Gorontalo sebagai salah satu daerah dengan tingkat solidaritas sosial yang sangat tinggi di Indonesia.

Selain itu, filosofi Adat Bersendi Syara juga berdampak pada cara masyarakat dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan. Mereka menyadari bahwa bumi adalah amanah dari Tuhan yang harus dijaga keberlangsungannya. Setiap tindakan eksploitasi yang merusak dianggap bertentangan dengan nilai agama dan adat. Kesadaran ekologis yang berbasis spiritual ini sangat membantu dalam menjaga keasrian alam Gorontalo. Dengan menjadikan Kitabullah sebagai referensi tertinggi, masyarakat percaya bahwa keberkahan akan senantiasa menyertai tanah mereka dalam jangka panjang bagi anak cucu mendatang.

Adat Bersendi Syara: Filosofi Hidup Masyarakat Gorontalo yang Kuat
Kembali ke Atas