EKSPRES GORONTALO

Cepat, Tepat, Ekspres Tanpa Stres!

EKSPRES GORONTALO

Cepat, Tepat, Ekspres Tanpa Stres!

Anjloknya Harga Jagung di Gorontalo Bikin Petani Merugi

Kondisi lesu kembali menyelimuti sektor pertanian komoditas unggulan masyarakat di wilayah Provinsi Gorontalo pada musim panen raya ini. Peristiwa harga jagung yang turun secara drastis di tingkat peternak dan pengepul membuat ribuan petani lokal menderita kerugian materiil sangat besar. Harga jual jagung pipilan kering merosot hingga mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir akibat melimpahnya pasokan panen. Para petani mengaku sangat terpukul karena hasil penjualan jagung panen tidak mampu menutup modal biaya pemupukan dan sewa lahan.

Penyebab utama terjadinya penurunan harga komoditas ini ditengarai akibat masuknya pasokan jagung dari luar daerah secara bersamaan dengan masa panen lokal. Selain itu, keterbatasan kapasitas gudang penyerapan milik Badan Urusan Logistik setempat membuat penyerapan hasil panen petani berjalan sangat lambat. Pihak pedagang perantara memanfaat situasi melimpahnya barang untuk menekan harga beli dari petani semurah-murahnya di lapangan. Keadaan ini membuat para petani berada dalam posisi tawar yang sangat lemah dan terpaksa menjual hasil panennya dengan harga murah.

Merespons jeritan hati para petani, aliansi kelompok tani menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati dan dewan perwakilan daerah. Petani menuntut pemerintah daerah untuk segera menetapkan batas bawah harga jagung yang berkeadilan guna melindungi pendapatan petani dari permainan para spekulan. Selain itu, pemerintah didesak untuk memfasilitasi proses penyerapan hasil panen secara langsung oleh gudang-gudang penampung Bulog dengan harga standar pemerintah. Pemerintah daerah harus hadir memberikan kepastian pasar bagi komoditas pangan utama warga Gorontalo.

Pemerintah Provinsi Gorontalo bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi darurat bersama jajaran Bulog, pengusaha pakan ternak, dan perwakilan petani. Gubernur meminta Bulog untuk segera memaksimalkan kapasitas gudang penyerapannya guna membeli jagung milik petani sesuai harga acuan penjualan pemerintah. Kerja sama dengan perusahaan pembuat pakan ternak skala besar di Jawa juga digagas untuk menyerap kelebihan produksi jagung Gorontalo. Langkah cepat ini diharapkan dapat menyetabilkan kembali harga komoditas jagung di tingkat petani.

Masyarakat petani berharap solusi yang dirumuskan pemerintah daerah dapat terealisasi secara nyata di lapangan dalam waktu secepat-cepatnya. Kepastian stabilitas harga jagung sangat vital untuk menjaga keberlanjutan mata pencaharian utama jutaan warga masyarakat pedesaan Gorontalo. Pemerintah juga diimbau untuk memperbaiki tata kelola distribusi dan penyediaan pupuk bersubsidi agar biaya produksi petani dapat ditekan. Perlindungan terhadap nasib para petani merupakan investasi terpenting bagi terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

Anjloknya Harga Jagung di Gorontalo Bikin Petani Merugi
Kembali ke Atas