Memasuki waktu pagi di Gorontalo, aroma harum yang tercium dari dapur-dapur rumah warga bukan sekadar penanda dimulainya aktivitas, melainkan undangan untuk menikmati tradisi kuliner yang telah mengakar kuat. Bagi masyarakat setempat, tidak ada cara yang lebih sempurna untuk mengawali hari selain dengan menyantap Binyolos yang hangat ditemani secangkir Kopi Pinogu. Perpaduan antara penganan manis berbahan dasar ubi kayu dengan kopi organik khas daerah ini telah menjadi identitas sarapan otentik yang tak lekang oleh waktu, memberikan energi sekaligus ketenangan sebelum warga bergegas menuju ladang, kantor, atau pasar.
Binyolos adalah gorengan tradisional yang terbuat dari parutan ubi kayu atau singkong yang dicampur dengan gula merah, kemudian dibentuk bulat dan digoreng hingga kuning keemasan. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut dan legit di dalam menciptakan harmoni rasa yang sangat pas saat bersentuhan dengan lidah. Keunikan Binyolos terletak pada penggunaan ubi kayu lokal yang memiliki kadar pati tinggi, sehingga memberikan rasa manis alami yang khas. Di berbagai sudut Kota Gorontalo hingga ke pelosok Kabupaten Bone Bolango, camilan ini dapat dengan mudah ditemukan di warung-warung kopi pinggir jalan yang mulai beroperasi sejak pukul 05.30 WITA.
Kehadiran Binyolos terasa kurang lengkap tanpa pendamping utamanya, yaitu Kopi Pinogu. Kopi ini bukan sekadar minuman penghalau kantuk, melainkan warisan budaya yang berasal dari lembah terpencil di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Keistimewaan kopi ini terletak pada metode penanamannya yang sepenuhnya organik dan bebas pestisida, serta pohon-pohon kopinya yang konon telah berusia puluhan hingga ratusan tahun sejak zaman kolonial. Cita rasa yang dihasilkan cenderung lembut dengan tingkat keasaman yang rendah, sehingga sangat ramah di lambung dan meninggalkan aroma wangi yang bertahan lama di rongga mulut.
Pada kegiatan rutin pengamanan wilayah yang dilaksanakan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bone Bolango pada Kamis pagi, terlihat suasana akrab saat petugas aparat bersantai sejenak bersama warga di sebuah kedai lokal. Interaksi sosial ini menunjukkan betapa kuatnya budaya “ngopi” di Gorontalo sebagai sarana komunikasi antar warga. Sembari memantau situasi kamtibmas yang kondusif, para petugas pun turut menikmati sajian Binyolos dan Kopi Pinogu sebagai penyemangat sebelum melanjutkan patroli. Tradisi sarapan ini membuktikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah modernisasi yang mulai merambah provinsi berjuluk Serambi Madinah ini.
