EKSPRES GORONTALO

Cepat, Tepat, Ekspres Tanpa Stres!

Tragedi Galian Emas Gorontalo: Tanah Longsor Timpa Puluhan Penambang

Gorontalo – Sebuah insiden tragis tanah longsor terjadi di area pertambangan emas ilegal di wilayah pegunungan Desa Hulawa, Kecamatan Bongo Hulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Peristiwa yang terjadi pada Jumat dini hari, 18 April 2025, sekitar pukul 02.00 WITA ini, diduga kuat menimbun puluhan penambang yang sedang beraktivitas di dalam lubang galian.

Informasi awal yang dihimpun dari Kepala Desa Hulawa, Bapak Usman Ali, menyebutkan bahwa sebelum kejadian tanah longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis sore. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah yang masif. Suara gemuruh tanah longsor membangunkan warga sekitar yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, bersama dengan personel dari Polres Bone Bolango dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1304/Gorontalo, segera bergerak menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung sulit karena kondisi medan yang terjal dan minimnya penerangan. Selain itu, kekhawatiran akan adanya tanah longsor susulan juga menjadi kendala utama bagi tim penyelamat.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Bapak Irwan Mahmud, dalam konferensi pers yang digelar di lokasi kejadian pada Jumat siang, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah pasti korban yang tertimbun. “Kami menerima laporan dari warga dan saksi di lapangan bahwa diperkirakan ada antara 20 hingga 30 orang penambang yang berada di dalam area galian saat tanah longsor terjadi,” ujarnya. Hingga pukul 10.00 WITA, tim evakuasi berhasil menemukan dan mengevakuasi 7 orang korban dalam kondisi selamat dan 3 orang lainnya ditemukan meninggal dunia.

Kapolres Bone Bolango, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudi Hartono, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait aktivitas pertambangan ilegal ini. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Aktivitas pertambangan tanpa izin sangat berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan para pekerja,” tegas AKBP Rudi. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan ilegal demi menghindari kejadian serupa.

Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung dengan melibatkan alat berat untuk mempercepat penggalian material longsoran. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango juga telah berada di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama dan melakukan identifikasi terhadap korban. Insiden tanah longsor di galian emas ilegal ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Gorontalo dan menjadi perhatian serius terkait penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin yang marak terjadi di berbagai daerah.

Tragedi Galian Emas Gorontalo: Tanah Longsor Timpa Puluhan Penambang
Kembali ke Atas