Ratusan ribu lampu minyak tanah menyala serentak menghiasi seluruh sudut kota dan pelataran rumah warga masyarakat. Warga menyelenggarakan Tumbil Tohe guna menyambut kedatangan malam Lailatul Qadar pada tiga hari terakhir bulan suci Ramadan. Pemandangan lautan cahaya lampu tradisional menciptakan nuansa spektakuler yang sangat memukau mata setiap orang yang melihatnya. Warga bergotong royong merangkai tiang-tiang bambu sebagai tempat menggantung ribuan lampu minyak di sepanjang jalan utama. Tradisi adiluhung ini dijaga dengan penuh khidmat.
Tradisi menyalakan lampu minyak ini telah berlangsung secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu di tanah Gorontalo. Warga mempercayai bahwa penerangan lampu ini memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat fitrah dan beribadah di masjid. Suasana malam menjadi sangat semarak dengan kehadiran konvoi kendaraan hias bernuansa islami yang melintasi jalan-jalan protokol kota. Anak-anak menyalakan kembang api sederhana sambil bersuka cita menikmati kemeriahan pesta cahaya malam Ramadan. Rasa kekeluargaan antarwarga terasa sangat hangat.
Penyelenggaraan festival Tumbil Tohe ini menjadi magnet pariwisata keagamaan yang sangat ampuh menarik kedatangan wisatawan domestik maupun asing. Seluruh kamar hotel dan penginapan di pusat kota terisi penuh oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan kemeriahan festival. Pemerintah daerah memberikan penghargaan khusus bagi desa yang menampilkan formasi hiasan lampu minyak paling indah dan kreatif. Perputaran roda ekonomi masyarakat lokal meningkat drastis selama penyelenggaraan perhelatan pesta cahaya berlangsung. Usaha mikro meraup keuntungan melimpah.
Pemerintah terus mengampanyekan penggunaan minyak ramah lingkungan dan lampu LED hemat energi guna mendukung pelestarian alam sekitar. Langkah inovasi ini dilakukan tanpa mengurangi nilai kesakralan dan keindahan estetika dari tradisi lampu malam Ramadan tersebut. Kerja sama yang baik antara pemerintah dan warga masyarakat membuat seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman dan tertib. Kebersihan lokasi acara langsung dibersihkan oleh relawan pemuda setelah seluruh rangkaian festival berakhir. Lingkungan kota tetap terjaga rapi.
Perayaan pesta cahaya malam Ramadan merampungkan seluruh rangkaian acara dengan pelaksanaan doa bersama di masjid agung kota. Kehadiran tradisi Tumbil Tohe sukses menegaskan posisi daerah Gorontalo sebagai pusat kebudayaan islami yang kaya akan kearifan lokal. Semoga semangat penerangan lampu ini menyinari hati setiap manusia untuk selalu berbuat kebaikan kepada sesama. Sampai jumpa pada perhelatan festival cahaya malam Ramadan yang lebih spektakuler tahun depan. Tradisi luhur ini abadi.
