Dalam langkah maju di bidang teknologi, sekelompok peneliti muda Indonesia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil ciptakan robot pelayan berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan riset dan teknologi di kancah global. Robot yang diberi nama “Pelayan Cerdas” ini dirancang untuk membantu pekerjaan di sektor layanan, seperti restoran dan hotel, mulai dari mengantar makanan, menerima pesanan, hingga memberikan informasi kepada pelanggan. Ciptakan robot pelayan ini adalah respons terhadap kebutuhan efisiensi dan inovasi di era industri 4.0.
Pengembangan robot ini memakan waktu kurang lebih dua tahun, dimulai sejak awal tahun 2024. Tim peneliti yang terdiri dari 15 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing bekerja intensif di Laboratorium Riset Robotika ITS. Mereka menggunakan teknologi machine learning untuk membuat robot mampu berinteraksi dengan manusia dan menghindari rintangan secara otomatis. “Kami ingin ciptakan robot pelayan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah dan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis,” ujar Ketua Tim Peneliti, Bapak Fandi Ahmad, S.T., M.Eng., pada hari Senin, 10 November 2025. Prototipe robot ini telah diujicobakan di sebuah restoran di Surabaya dan mendapatkan respons positif dari pemilik serta pelanggan.
Pencapaian ini mendapat apresiasi dari pemerintah. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan siap memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut. Diharapkan, ciptakan robot pelayan ini dapat diproduksi secara massal dan digunakan secara luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan BRIN, Bapak Agus Haryono, Ph.D., menyatakan bahwa inovasi semacam ini akan menjadi salah satu prioritas. “Kami akan memfasilitasi setiap riset yang berpotensi memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan,” katanya.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga turut mengawasi isu-isu yang mungkin timbul dari penggunaan robot. Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Dirmanto, menyatakan bahwa pihaknya akan memantau potensi kejahatan yang berkaitan dengan teknologi, termasuk penyalahgunaan data. “Kami siap berkoordinasi dengan para peneliti untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi ini aman dan tidak disalahgunakan,” ujar Kombes Dirmanto. Inovasi untuk ciptakan robot pelayan ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dalam teknologi dan menjadi penggerak kemajuan, menciptakan peluang kerja baru, dan mendorong sektor layanan menjadi lebih efisien.
