EKSPRES GORONTALO

Cepat, Tepat, Ekspres Tanpa Stres!

MIRIS! Baku Hantam Antar Siswi di Gorontalo Pecah Akibat Saling Sindir di Media Sosial

Sebuah insiden baku hantam yang melibatkan dua orang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi di Gorontalo dan viral di media sosial. Peristiwa yang sangat disayangkan ini dipicu oleh aksi saling sindir di platform media sosial yang berujung pada perkelahian fisik di luar lingkungan sekolah.

Insiden baku hantam ini terjadi pada hari Senin, 7 April 2025, sekitar pukul 15.00 WITA di sebuah taman kota yang terletak tidak jauh dari salah satu SMP di Kota Gorontalo. Dalam video amatir yang beredar luas, terlihat dua orang siswi berseragam sekolah terlibat perkelahian fisik yang cukup intens. Beberapa teman mereka terlihat menyaksikan kejadian tersebut, bahkan ada yang merekamnya dengan telepon genggam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, baku hantam ini bermula dari saling sindir dan adu argumen di media sosial antara kedua siswi yang diketahui berinisial AA (14 tahun) dan BB (15 tahun). Perselisihan daring tersebut kemudian berlanjut hingga keduanya sepakat untuk bertemu dan menyelesaikan masalah secara fisik.

Pihak kepolisian dari Polsek Kota Gorontalo yang mendapatkan laporan mengenai video viral tersebut segera melakukan penyelidikan. Pada hari Selasa, 8 April 2025, sekitar pukul 09.00 WITA, petugas kepolisian memanggil kedua siswi yang terlibat baku hantam beserta orang tua dan pihak sekolah untuk dimediasi di Mapolsek Kota Gorontalo.

Kapolsek Kota Gorontalo, Kompol Agus Salim, S.H., dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan keprihatinannya atas insiden baku hantam yang melibatkan pelajar ini. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Perilaku saling sindir di media sosial dan menyelesaikan masalah dengan kekerasan bukanlah tindakan yang terpuji, apalagi dilakukan oleh pelajar,” ujarnya. Kompol Agus Salim menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan pembinaan kepada kedua siswi dan meminta pihak sekolah serta orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak-anak, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Informasi Tambahan:

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo juga telah mengambil tindakan terkait insiden baku hantam ini. Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Rusli Anwar, M.Pd., menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan sekolah kepada kedua siswi yang terlibat. Selain itu, pihak Dinas Pendidikan juga akan meningkatkan program sosialisasi mengenai etika bermedia sosial dan bahaya perundungan (bullying) di kalangan pelajar. Perwakilan dari Polres Gorontalo melalui Unit Pembinaan Masyarakat (Binmas) juga akan dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Insiden baku hantam antar siswi di Gorontalo ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak mengenai dampak negatif dari perundungan dan penyalahgunaan media sosial di kalangan remaja. Diharapkan, kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang sehat dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

MIRIS! Baku Hantam Antar Siswi di Gorontalo Pecah Akibat Saling Sindir di Media Sosial
Kembali ke Atas