Pencetakan dan penggorengan merupakan dua tahapan paling krusial dalam proses pembuatan keripik jagung agar menghasilkan tekstur camilan yang garing, renyah, dan gurih secara konsisten. Jagung merupakan bahan pangan lokal yang kaya akan karbohidrat dan serat, sangat potensial untuk diolah menjadi beragam produk olahan camilan bernilai komersial tinggi di pasaran. Namun, untuk menghasilkan adonan keripik yang tipis dan tidak menyerap minyak terlalu banyak saat dipanaskan, diperlukan trik pengerjaan khusus pada saat pengolahan bahan di dalam dapur produksi.
Trik utama pada tahap pencetakan adonan adalah merebus butiran jagung dengan sedikit kapur sirih agar kulit arsirnya terkelupas, lalu menggilingnya hingga menjadi adonan yang halus dan fleksibel. Adonan jagung yang telah dibumbui kemudian digiling tipis menggunakan mesin press gilingan atau rol kayu secara bertahap hingga mencapai ketebalan yang sangat tipis dan seragam. Pemotongan adonan tipis tersebut dilakukan menggunakan cetakan khusus berbentuk segitiga atau lingkaran sesuai dengan selera visual produk keripik jagung yang ingin ditampilkan kepada calon konsumen.
Setelah adonan selesai dicetak tipis, tahapan berikutnya adalah pencetakan dan penggorengan yang memerlukan pengaturan suhu minyak goreng secara sangat tepat dan konstan di dalam wajan. Minyak goreng harus dipanaskan hingga mencapai suhu ideal sekitar seratus tujuh puluh derajat Celsius sebelum lembaran adonan keripik dimasukkan ke dalam wajan pembakaran. Penggorengan adonan tipis jagung ini dilakukan secara cepat dalam kurun waktu beberapa detik saja sambil diaduk perlahan agar seluruh permukaan lembaran keripik matang secara merata dan berwarna kuning keemasan yang cantik.
Proses penirisan minyak setelah keripik jagung diangkat dari wajan penggorengan juga menjadi langkah krusial yang tidak boleh terlewatkan oleh para pengrajin camilan harian. Penggunaan mesin peniris minyak sentrifugal sangat dianjurkan untuk membuang sisa minyak yang menempel pada permukaan keripik jagung hingga benar-benar kering garing. Keripik yang terbebas dari minyak berlebih akan memiliki tekstur krispi yang bertahan sangat lama dalam kemasan kedap udara serta terhindar dari aroma tengik selama masa penyimpanan produk di toko.
Dengan menguasai trik olahan pencetakan dan penggorengan yang benar, para pelaku UMKM olahan pangan lokal dapat meningkatkan mutu dan daya saing produk keripik jagung mereka di pasaran. Penambahan berbagai variasi racikan bumbu tabur seperti rasa balado, keju, atau pedas manis akan membuat produk camilan olahan jagung ini semakin diminati oleh semua kalangan pembeli. Kesuksesan bisnis kuliner berbasis bahan lokal ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan para petani jagung dan pengrajin makanan di daerah.
